Tadi siang dapet telp dari telemarketing, bank @#$@!%$, pokoknya sesuatu bank lah ya.
Sebetulnya kasihan juga sih menghadapi mereka yang melakukan pekerjaan ini karena itu kan suatu pekerjaan yang official gitu ya, dan kita taulah bahwa seseorang disini pasti menggantungkan hidupnya dari gaji, komisi atau bonus yg didapat dari pekerjaannya ini. Hanya saja jobdesc nya yang menawarkan kartu kredit, cash back, privilege tarik tunai, KTA, asuransi and so many yang kadang-kadang, eh malah keseringan bikin kita bosan ya, terlalu sering :(.
Sebetulnya kita gak pengen bohong sih ya, tapi some how serba salah aja kalo bilang, "maap mba/mas..saya gak minat”, ee..mereka malah makin semangat tuh nawarinnya, “kenapa Ibu tidak berminat? Banyak keuntungannya lho Ibu. Kami hanya minta waktu 1 menit saja untuk menjelaskan berbagai benefit yang Ibu dapatkan..bla..bla..bla” rempong kan, padahal maksud kita jelas, 'saya gak minat/ga butuh/ga tertarik saat ini!, fullstop!'.
Kalau sudah begini, jadinya jurus yang paling ampuh adalah dengan menjawab, “maaf ya Mba/Mas, saya lagi meeting” atau “maaf ya Mba/Mas, saya lagi nyetir” atau “maaf ya Mba/Mas saya sedang seminar” etc..etc which is ampuh, karena mereka pasti gak lanjut (saat itu).
Nah, tadi siang ini, aku dapet telpon nih, tapi yang kali ini sedikit unik, soalnya percakapan yang antara aku dan si telemarketer-nya itu lucu gitu lho - yang which is membuat aku tidak perlu repot-repot menolak atau membuka si 'gudang alasan' untuk mengakhiri percakapan, hehe. Percakapannya begini :
Telemarketer : “selamat siang”
Saya : “siang, dari mana ya?”
Telemarketer : “selamat siang Ibu, saya Lola dari Bank ….”
Saya : “iya.. ada apa ya Mba?”
Telemarketer : “Boleh saya bicara dengan Bapak Desta?”
Saya : “Nggak Boleh Mba”
Telemarketer : “Oh, Maaf ya Ibu kalau saya mengganggu, tapi apa boleh kami bicara dengan Bapak Desta?”
Saya : “Emang ada apa ya Mba kalau boleh tau? Disini ngga ada yang namanya Bapak Desta”
Krik
Krik
Krik
Hening sejenak, dan si emba-nya sepertinya salah tingkah…
Telemarketer : “ Apa benar ini nomornya 0815745…. ? “ (dia menyebutkan nomor handphone ku dengan lengkapnya, dan hello that’s my number)
Saya : “iya bener, tapi disini bukan Bapak Desta”
Telemarketer : “kalau begitu kami akan menghubungi Bapak Desta kembali, Ibu. Mohon maaf mungkin kami salah sambung.”
Saya : “Mba..denger deh, nomor yang Mba sebut tadi adalah benar nomor saya, tapi saya adalah Ibu Desta… Anna Desta, dan bukan Bapak Desta”
Telemarketer : “Ohh…maaf Ibu, yang saya maksud benar Ibu Desta. Ibu mendapatkan benefit bla..bla..bla…”
Saya : “Mba…! Sebaiknya Mba periksa dulu deh, maunya bicara dengan Bapak Desta atau Ibu Desta, yaa… sebelum bicara panjang lebar. gimana menurut emba, gitu yaa..”
hening lagi…
Krik
Krik
Krik
Dan telepon pun langsung ditutup tanpa greeting or salam penutup or apalah. wewww...
Saya jadi bertanya-tanya, gimana mau achieve target ya kalau begini. Silakan kita nilai sendiri yaa.. tak perlu berpanjang lebar bicara hehee..
But at least, bukan aku lho yang tutup telpon duluan, dan bukan aku lhoo yang menolak. Lha bener kan saya, seorang Ibu sedangkan dia mo bicara dengan seorang Bapak, Bapak Desta. hahaha…lumayan bikin hariku terhibur. terima kasih ya Mbak,semoga sukses ya!