Hi, Welcome to My Blog

Goelali Life

Moments are like cotton candy. They are beautiful and sweet, but you know they will not last - Susan Gale.
So, live it up, write it down and make it memorable.

--------------------------------------------------------

Thursday, August 25, 2011

Pa Tua dan Bu Tua di resto Bakmie

Kemarin aku makan sendirian di salah satu resto bakmie sambil nunggu my hubby yg lagi otw jemput. Sedang asik menikmati bakmie special dengan pangsit gorengnya yang renyah itu, sayap mataku menangkap sesuatu yg menarik untuk dilirik. Sepasang suami istri berjalan lambaaann banget menuju tempat duduk yang ditunjuk oleh pelayan resto yaitu di seberang mejaku. Usia mereka kira-kira 65an lah ya.. dan dugaanku si Bapak itu pasca stroke. Kaki kirinya sepertinya berat dan kaku sekali untuk di ayunkan mengikuti langkah si kaki kanan. Duh kasihan, jalan aja susah mbok yo dipakein kursi roda gitu, pikirku. Tapi mikir-mikir lagi, who knows emang si Bapak itu kekeuh/ gigih untuk melawan sakitnya, sehingga  menentang dikasihani atau duduk manis dikursi roda. Bisa jadi juga sih! Trus aku melihat si Bapak duduk dikursi, aku menghela napas lega.. "hhhh... sampe juga si Bapak duduk di kurs.i"

"Makan apa Pah" kata si Ibu - kali ini aku bukan lagi melirik, tapi bener2 memperhatikan *secara persis berhadapan dg aku*. Trus si Bapaknya bilang, "a..a...aa..a..mmm..hhaa.." 
Ya Tuhan, si bapak itu pun tak bisa bicara sempurna, bibirnya kaku sebelah. Mungkin dia bilang,"apa ajalah maa.." *Duuhh.. miris hatiku*. Tiba2 si Ibu melihatku dan tersenyum, ups! ketahuan deh aku liatin mereka, langsunglah aku pura-pura konsentrasi dengan bakmie-ku xixix .

Ketika pesanan mereka datang, aku melirik lagi. Mereka pesan nasi tim ayam dan bakmie special yang seperti punyaku (ya secara memang best menunya resto ini ya'). Si bapak menyendok kuah sup dan menuangkan keatas nasinya dengan tangan kanan (tangan kirinya diam kaku diatas meja), kemudian memakannya. Tetapi ketika dikunyah, mulut dan dagu si Bapak belepotan nasi, air dan mungkin sedikit liur. Sebetulnya bisa aja aku merasa 'iiyuuhh...euuww..' tapi engga lho! aku malah iba, hiks. Ternyata si Bapak juga tidak bisa mengunyah dengan sempurna, ya Tuhan..kasihan sekali. Si ibu mengambil tisu dan dengan lembut membersihkan dan me-lap yang berlepotan. Setelah bersih gantian si Ibu yang pegang kendali menyuapi si Bapak sekalian membersihkan mulutnya. Si Bapak hanya diam, berusaha mengunyah sesempurna mungkin supaya gak lebih banyak lagi yang tumpah. Selagi si Bapak mengunyah, si Ibu menyempatkan makan bakmienya, meminum minumannya dan menuangkan sambal ke bakmienya. Si bapak dengan sabar mengunyah dan menelan makanan yang masuk kemulutnya, dan si Ibu dengan sabar menyuapi dan me-lap suaminya sambil tersenyum dan bercakap-cakap dengan suaminya. "Enak Pa?"; "Mau dagingya lagi?"; "minum?"; "Pelan-pelan aja Pa", dan lain-lain. Dan aku berpikir, mulia sekali peran seorang Ibu itu ya. Ketika ia muda, ia menyuapi dan membersihkan mulut anaknya. Ketika ia tua ia menyuapi dan membersihkan mulut suaminya. What a golden heart! Jadi terharu.. hiks...

Lagi asyik-asyiknya memperhatikan, tiba-tiba si mas2 waitress datang menghampiriku, "maaf bu mangkoknya boleh saya angkat?". "Ohh..boleh mas, silakan2, tapi minumnya jangan yaa..belum selesai!" sahutku. Aahh, si Mas ini membuyarkan lamunanku hahaha >_<. Untung masih ada minuman dihadapanku, means masi ada kesempatan untuk memperhatikan mereka berdua pikirku. Sabil memegang gelas minumanku, aku melirik lagi ke arah pasangan itu. Kali ini aku melihat si Bapak mengangkat  jarinya dan bilang "u..a..mmhaa.."yang aku terjemahkan (mungkin) "Udah Ma", gitu kali ya hahaha :D

Huhu.. pemandangan yang sungguh membuatku terharu biru. Anyway thank you Bu, you've inspired me about GOLDEN HEART. Apapun kondisi pasanganmu, sehat maupun sakit - susah maupun senang, tetaplah setia. Luar Biasa! God Bless you ya Bu dan Pak, meskipun aku tidak mengenal kalian. *usap airmata*.

1 comment:

tjahaju said...

alhamdulillah yach semoga kita semua dilimpahi kesehatan :D