Hi, Welcome to My Blog

Goelali Life

Moments are like cotton candy. They are beautiful and sweet, but you know they will not last - Susan Gale.
So, live it up, write it down and make it memorable.

--------------------------------------------------------

Saturday, June 18, 2011

DELAY - a story of today.

What a day!
Hanya itu kalimat yang bisa kulontarkan untuk mewakili pengalaman hari ini.

Ceritanya begini: Hari ini aku begitu excited karena akan mudik ke Medan beberapa hari sekaligus menemani suami yang akan bertugas kesana. Berhubung tiket misua dibelikan oleh perusahaan dengan maskapai si burung biru, dan dengan alasan financial matter, maka aku (ngotot) memutuskan untuk memilih maskapai yang berbeda dengan jadwal keberangkatan yang sama. Soalnya kalau maksa menyesuaikan dengan maskapai yang sama, selisih harganya lumayan boo', pikir-pikir bisa untuk tiketku pulang. Prinsip ekonomi pun diterapkan ^_^

Setibanya di bandara Soetta, aku lsg cek in dan menuju ruang tunggu. Masih ada waktu 40 menit lagi untuk membaca novel yang kubawa sembari menunggu, pikirku. Tiba-tiba ada pengumuman: "Kepada penumpang **** Air dengan nomor penerbangan 0308 tujuan Medan, kami beritahukan bahwa sehubungan dengan alasan teknis, maka pesawat anda tertunda selama 1 jam, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini." Kalimat itu terdengar sangat jelas di mesin pengeras suara dan membuat para penumpang spontan berteriak, "Yaaahhh...!". Pada ngomel sih tapi ya tetap masih diam di tempat. Sepertinya sudah pada maklum dan gak kaget lagi, sudah terbiasa >_<.

Jam tanganku menunjukkan pukul 07.56 PM. Sudah pasrah tiba di Medan pukul 11 malam nanti.

Di terminal sebelah, melalui telepon seluler suami memberitahu bahwa pesawatnya juga tertunda, malah lebih parah lagi.. belum bisa dipastikan jam berapa akan terbang. Bisa diprediksi dalam 3 jam lagi karena pesawat yang digunakan baru akan terbang dari Jogja. Wohohoo.. what a news. Delay ternyata tidak mengenal citra maskapai, ternyata berlaku juga toh di maskapai terbesar negeri ini. Pikir punya pikir berarti aku kena imbasnya karena akan menunggu di Polonia kurang lebih 3 jam-an juga nih. Lagi-lagi Pasrah!. Seandainya saja pesawat yang akan ditumpangi bukan pesawat terakhir hari itu, pasti sudah minta pindah ke schedule terdekat. Tapi sayangnya meski memiliki tiket dengan Y class tidak ada pilihan lain selain menunggu. 

Bukan maskapai penerbangan terbaik yang dimiliki negeri ini namanya kalau mereka tidak memikirkan kompensasi yang sesuai atas kerugian yang dialami pernumpangnya. Perlu diacungkan jempol memang, maskapai ini pro terhadap customernya dan memberikan kompensasi yang masuk akal meski harus melewati 'demo' kecil-kecilan dulu. Aku malah mendapat cipratan perhatian karena complain personal dari suamiku, mengingat suami kawatir karena aku harus menunggu sendirian di bandara yang terkenal dengan label 'seram', maka pihak burung biru di Soetta melakukan koordinasi dengan pihak di Polonia sehingga namaku (meskipun bukan penumpang) diperbolehkan untuk mendapatkan fasilitas di lounge di Polonia sembari menunggu pesawatnya tiba. Aku merasa sedikit tenang.

Setiba di Polonia pukul 11.18 PM, dari sms aku tahu bhw suamiku sudah masuk pesawat 5 menit yg lalu. Seperti yang aku prediksikan, aku akan menunggu sd pukul 01.30 dini hari. Langsung aku berjalan ke kantor Maskapai penerbangan yang ditumpangi suamiku dan menginformasikan bahwa saya diinstruksikan untuk menemui staff disini, terkait dengan delaynya pesawat dari Jakarta, bla..bla..bla (aku jelaskan secara detail seperti yang dijelaskan suamiku kepadaku sebelumnya). Tapi apa yang terjadi? sudah terbayang kan bagaimana respon mereka? What do you expect dengan service yang ada di kota ini? Tidak perlu aku ceritakan panjang lebar, intinya adalah I get nothing! Mereka tidak mau repot ! Dan karena aku juga lelah, malas untuk berdebat, malas mengulang-ulang penjelasan, yaudah, intinya request dari Soetta tidak terakomodir di Polonia. Sederhana. Dan aku pikir, apa sih yang aku takutkan? Memangnya kenapa kalau aku menunggu disini sampai dini hari? Aku berpakaian sopan, aku juga berasal dari sini, aku tidak memakai perhiasan berlebihan, dan aku punya Tuhan. Apa yang aku takutkan? Pemikiran2 positif itu aku kembangkan di kepalaku, dan aku merasa berani. Setelah lihat sana/i, semuanya sepi, akhirnya aku memutuskan untuk menunggu di kursi panjang, di dalam ruang kedatangan, persis berseberangan dengan meja sekuriti.

What I learned is, nothing to worry about. Pikiran positif itu efeknya luar biasa. Yang namanya delay, itu sudah biasa. Pasti ada reason dibaliknya, masalah ada atau tidaknya kompensasi atau service yang memuaskan, balik lagi ke strategi customer retention masing-masing perusahaan juga karakter manusianya. Yang terpenting bagiku adalah aku aman, bisa bertemu dengan suami di bandara ini, dan kami bisa selamat sampai di hotel dan memanfaatkan sisa waktu 4 jam yang ada untuk istirahat sebelum aktivitas baru pukul 7 pagi nanti. Terakhir aku melihat jam pukul 02.30 dini hari, setelah itu semuanya gelap, kepenatan larut dalam lelap.

No comments: