Hi, Welcome to My Blog

Goelali Life

Moments are like cotton candy. They are beautiful and sweet, but you know they will not last - Susan Gale.
So, live it up, write it down and make it memorable.

--------------------------------------------------------

Saturday, June 25, 2011

No More Secret in Secret Garden

How do you feel when a friend leave us, eventhough for a better job?!
Sad? Loosing? Not willingly? Yes, it all the feeling that I felt when a good friend named Inez will leaving us. She's not going any where actually, she just will not be with us every day as usually. But life must go on right? So, let's share the secret of happiness with her in the beautiful school's garden, which we call the 'secret garden'. Taken on Friday, 24 June 2011 at 8.30 pm - 9.30 pm. All of these are dedicated for you my friend, we will miss you ... especially me :(   #melowmoment

Anna, Inez and Dian - Marketing Team Year 2009-2011 (a fruitful years) 

Best Friend! Best Team! kita bertiga saling 'click'

With other department team ^o^


Anna and Inez. "Ingatlah hari ini ya Nez, gonna miss you so much :"(

ladieeess *_^

Anna, si Miss Heboh hahahaha ^o^

Anna and Dian. Now (for a while) just the two of us my friend :)

Friday, June 24, 2011

It's Not a Good Bye, it's See You Around!

Tulisan ini aku buat karena terinspirasi dari sebuah kartu bermotif kupu-kupu dengan 18 bintang yang salah satunya aku terima personally - sebagai ucapan perpisahan dari seorang sahabat yang akan pergi meninggalkan kita untuk sesuatu yang lebih baik. Kenapa bermotif kupu-kupu dan bintang? hehe tak perlu repot-repot berfilosofi, karena jawaban dari pembuatnya adalah "ya karena cuma itu motif yang ada dan pas." >_< hahahaha...

Kartu ini officially menyatakan bahwa perpisahan ini benar akan terjadi. Dan per hari ini 24 Juni 2011 she's no longer to be our colleagues but is still be our friend. Seperti halnya ritual si 'momen perpisahan', rasa sedih di hati ter-ekspresikan dengan tetesan airmata. Perpisahan merupakan salah satu moment ter-melow didunia ini. Dulu ketika aku mengalami suatu momen perpisahan yang sempat membuatku down, aku pernah bertanya kepada mamaku, "mengapa sih harus ada perpisahan di dunia ini? Karena perpisahan itu pasti selalu membawa kesedihan". Mamaku menjawab dengan sederhana, "Supaya kita bisa merasakan dan menghargai bagaimana indahnya sesuatu yang bernama pertemuan dan kebersamaan."  Iyaya, bener juga *angelface*

Kembali kepada cerita dibalik kartu tersebut. Di salah satu paragrafnya dia menuliskan begini: "bla..bla..bla.. dari Mba juga aku belajar gimana untuk tidak terlalu egosentris, untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri tetapi juga harus memikirkan orang lain. Semoga dengan begini aku bisa dipantaskan untuk hal-hal lebih besar lainnya" (tidak aku spesifikasikan seperti yang real tertulis yaa.. karena itu adalah personal message darinya). Tapi yang aku syukuri disini adalah, Thanks God jika ada pembelajaran yang baik yang bisa dipelajari dari aku ya teman. Kalau yang jelek2nya lupain aja ok :)

Anyway secara psikologis sedih juga melepaskan kebersamaan dengan mu teman... seorang pribadi yang menyenangkan, meski terkadang ada saat mengesalkannya juga :D. Seorang pribadi yang masuk kedalam kategori 'beruntung' (kamu sering kami sadarkan tentang ini kan...hehe),  seorang pribadi yang ramah dan murah senyum. Seorang pribadi yang in my opinion terlihat tegar padahal menurutku sebetulnya didalamnya tidak setegar itu. Seorang pribadi yang kelihatannya extrovert, tetapi untuk hal-hal tertentu dia sangat introvert. Seorang pribadi yang seringkali tidak mempercayai diri sendiri bahwa dia bisa, bahwa apa yang dilakukannya itu sudah benar, sehingga selalu butuh pembenaran terlebih dahulu dari orang lain baru dia yakin apa yang lakukannya itu benar. Dia adalah teman hang out yang menyenangkan, teman makan dan teman shoping yang cihuuy :D. Bagiku dia adalah pribadi yang hangat, tercermin ketika satu atau beberapa kali aku bercerita tentang masalahku.. dia mampu melihat betapa aku sangat berusaha menahan diri untuk menutupi rasa sedihku, spontan dia mendekati dan memelukku, membuat air mata yang tadinya tertahan jadi mengalir ke permukaan dan menyisakan perasaan lega. Dia seorang teman yang sangat murah hati memberikan pelukan menenangkan. Dia adalah teman yang rajin mengucapkan 'mari makaann', kalau lagi mau makan. Teman yang sering bawain makanan (karena memang doyan makan :D) dan bagi2 makanan (tapi kalo porsi-nya bisa buat bagi2 hehe). Owh, how we gonna miss you dear..our cutie bear T_T

Bagaimanapun juga secara logis aku bangga melepaskanmu pergi temanku. Bangga karena seorang kamu sudah semakin dewasa, sudah bisa mengambil satu keputusan besar dalam hidupmu. Bangga karena keberanianmu mengambil resiko demi masa depanmu, meskipun itu nampaknya seperti melawan arus. Tapi aku yakin kamu sudah mempertimbangkannya dengan sangat matang. Semoga apa yang kamu impikan dan cita-citakan segera terwujud ya dear.. amin!

For me my self, the friendship is about quality not quantity, and you are one of my quality friend, i tell you this. God will keep you and bless you always and always my dear Inez. *some tears drops* 

Okeh, It's not a Good bye, but will see you arround our friend, our cuttie bear, our Inez."  Hug and kiss ^_^

Saturday, June 18, 2011

DELAY - a story of today.

What a day!
Hanya itu kalimat yang bisa kulontarkan untuk mewakili pengalaman hari ini.

Ceritanya begini: Hari ini aku begitu excited karena akan mudik ke Medan beberapa hari sekaligus menemani suami yang akan bertugas kesana. Berhubung tiket misua dibelikan oleh perusahaan dengan maskapai si burung biru, dan dengan alasan financial matter, maka aku (ngotot) memutuskan untuk memilih maskapai yang berbeda dengan jadwal keberangkatan yang sama. Soalnya kalau maksa menyesuaikan dengan maskapai yang sama, selisih harganya lumayan boo', pikir-pikir bisa untuk tiketku pulang. Prinsip ekonomi pun diterapkan ^_^

Setibanya di bandara Soetta, aku lsg cek in dan menuju ruang tunggu. Masih ada waktu 40 menit lagi untuk membaca novel yang kubawa sembari menunggu, pikirku. Tiba-tiba ada pengumuman: "Kepada penumpang **** Air dengan nomor penerbangan 0308 tujuan Medan, kami beritahukan bahwa sehubungan dengan alasan teknis, maka pesawat anda tertunda selama 1 jam, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini." Kalimat itu terdengar sangat jelas di mesin pengeras suara dan membuat para penumpang spontan berteriak, "Yaaahhh...!". Pada ngomel sih tapi ya tetap masih diam di tempat. Sepertinya sudah pada maklum dan gak kaget lagi, sudah terbiasa >_<.

Jam tanganku menunjukkan pukul 07.56 PM. Sudah pasrah tiba di Medan pukul 11 malam nanti.

Di terminal sebelah, melalui telepon seluler suami memberitahu bahwa pesawatnya juga tertunda, malah lebih parah lagi.. belum bisa dipastikan jam berapa akan terbang. Bisa diprediksi dalam 3 jam lagi karena pesawat yang digunakan baru akan terbang dari Jogja. Wohohoo.. what a news. Delay ternyata tidak mengenal citra maskapai, ternyata berlaku juga toh di maskapai terbesar negeri ini. Pikir punya pikir berarti aku kena imbasnya karena akan menunggu di Polonia kurang lebih 3 jam-an juga nih. Lagi-lagi Pasrah!. Seandainya saja pesawat yang akan ditumpangi bukan pesawat terakhir hari itu, pasti sudah minta pindah ke schedule terdekat. Tapi sayangnya meski memiliki tiket dengan Y class tidak ada pilihan lain selain menunggu. 

Bukan maskapai penerbangan terbaik yang dimiliki negeri ini namanya kalau mereka tidak memikirkan kompensasi yang sesuai atas kerugian yang dialami pernumpangnya. Perlu diacungkan jempol memang, maskapai ini pro terhadap customernya dan memberikan kompensasi yang masuk akal meski harus melewati 'demo' kecil-kecilan dulu. Aku malah mendapat cipratan perhatian karena complain personal dari suamiku, mengingat suami kawatir karena aku harus menunggu sendirian di bandara yang terkenal dengan label 'seram', maka pihak burung biru di Soetta melakukan koordinasi dengan pihak di Polonia sehingga namaku (meskipun bukan penumpang) diperbolehkan untuk mendapatkan fasilitas di lounge di Polonia sembari menunggu pesawatnya tiba. Aku merasa sedikit tenang.

Setiba di Polonia pukul 11.18 PM, dari sms aku tahu bhw suamiku sudah masuk pesawat 5 menit yg lalu. Seperti yang aku prediksikan, aku akan menunggu sd pukul 01.30 dini hari. Langsung aku berjalan ke kantor Maskapai penerbangan yang ditumpangi suamiku dan menginformasikan bahwa saya diinstruksikan untuk menemui staff disini, terkait dengan delaynya pesawat dari Jakarta, bla..bla..bla (aku jelaskan secara detail seperti yang dijelaskan suamiku kepadaku sebelumnya). Tapi apa yang terjadi? sudah terbayang kan bagaimana respon mereka? What do you expect dengan service yang ada di kota ini? Tidak perlu aku ceritakan panjang lebar, intinya adalah I get nothing! Mereka tidak mau repot ! Dan karena aku juga lelah, malas untuk berdebat, malas mengulang-ulang penjelasan, yaudah, intinya request dari Soetta tidak terakomodir di Polonia. Sederhana. Dan aku pikir, apa sih yang aku takutkan? Memangnya kenapa kalau aku menunggu disini sampai dini hari? Aku berpakaian sopan, aku juga berasal dari sini, aku tidak memakai perhiasan berlebihan, dan aku punya Tuhan. Apa yang aku takutkan? Pemikiran2 positif itu aku kembangkan di kepalaku, dan aku merasa berani. Setelah lihat sana/i, semuanya sepi, akhirnya aku memutuskan untuk menunggu di kursi panjang, di dalam ruang kedatangan, persis berseberangan dengan meja sekuriti.

What I learned is, nothing to worry about. Pikiran positif itu efeknya luar biasa. Yang namanya delay, itu sudah biasa. Pasti ada reason dibaliknya, masalah ada atau tidaknya kompensasi atau service yang memuaskan, balik lagi ke strategi customer retention masing-masing perusahaan juga karakter manusianya. Yang terpenting bagiku adalah aku aman, bisa bertemu dengan suami di bandara ini, dan kami bisa selamat sampai di hotel dan memanfaatkan sisa waktu 4 jam yang ada untuk istirahat sebelum aktivitas baru pukul 7 pagi nanti. Terakhir aku melihat jam pukul 02.30 dini hari, setelah itu semuanya gelap, kepenatan larut dalam lelap.

Friday, June 10, 2011

Heey ^o^

Hi Blogie, how are you ?! it's been quite long time didn't write something on you.
Was very busy the last few weeks, but doesn't mean that  I forget you.
That's why I took my 1 minute to say "Hi..." for you hahaha.

Okie dokie, i should back to work, many datelines to be done  >_<.
Will get back to tell you many things. CU