2010 tanggal 31 Desember pukul 07.00 kami berangkat ke Bandung dengan menggunakan jasa travel Baraya, berharap bisa tiba di Bandung masih di tahun 2010, hehe.. Sepanjang perjalanan aku melihat disana-sini kembang api mulai dimainkan, ada yang besar ada yang kecil, ada yang tinggi ada juga yang rendah. Hanya satu kesamaan mereka, yaitu berwarna warni dan meletus dilangit yang hitam pekat. Mewarnai dan memeriahkan suasana pergantian tahun. Diiringi alunan lagu-lagu di earphoneku, aku mensyukuri semua berkat yang Tuhan bri, sembari membayangkan harapan-harapan yang aku titipkan dan impikan semoga terkabul di tahun kelinci nanti, 2011.
Tiba di Bandung, kami mengalami kemacetan disana-sini. Ternyata semua orang berantusias untuk merasakan suasana pergantian Tahun. Sepanjang jalan Dago dipenuhi dengan kendaraan bermotor dan orang-orang yang berjalan kaki, sungguh padat. Mereka berkumpul di lapangan depan gedung Sate, ternyata aka nada pesta kembang api disana. Kami melanjutkan perjalanan ke Karasak, yaitu Bandung bagian selatan, untuk bertemu dengan keluarga ‘Tante’ (seharusnya aku memanggil dengan sebutan Namboru atau Inang) dan adik disana. Kebetulan keluarga besar sudah berkumpul, dan kami pun mengadakan Ibadah dan berdoa bersama. Setelah itu ada session bicara satu persatu, dimulai dari anak-anak, pemuda, Ibu dan Bapak. Intinya adalah merefleksikan apa yang dirasakan di tahun sebelumnya, meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan sepanjang tahun kemarin dan mengungkapkan harapan ditahun yang akan datang. Suasana ini sungguh mengharukan, apalagi keluarga ‘Inang’ ini baru kehilangan ‘uda’ (Amang), suami dan ayah dalam keluarga ini. Doa kami Tuhan yang senantiasa memberikan penghiburan dan kekuatan, amin.
Acara ibadah selesai, bukan berarti acara kebersamaan selesai lhoo..dilanjutkan dengan acara makan bersama, hahaa..padahal saat aku melirik jam dinding menunjukkan pukul 02.25 WIB it’s mean masih dini hari. Terima kasih Nang, untuk hidangan yang telah disiapkan. Setelah makan, kami lanjut dengan makan kue-kue tahun baru, ada kembang loyang, castengels, nastar (my favorit), kue biscuit, kacang mete, dll. Sayup-sayup terdengar ada yang bernyanyi dan bermain gitar..ternyata para pria berkumpul diluar sambil bergitar dan bernyanyi dengan semangatnya, tahu kenapa? Karena ada bir didekat mereka, hahaa..pantesan masih semangat :P
Pukul 03.48 WIB kami tidur, dan tanpa disadari bangun bukan lagi disaat waktu sarapan, tapi sudah di waktunya makan siang. Yup… kami bangun hamper jam 12 siang, hahahaa. Schedule hari ini adalah berkunjung ke rumahnya Amang dan Inang di Sukaluyu and it happened at 3.30 PM. Setelah dari sana acara dilanjutkan dengan makan Bandrek dan gorengan di Cilaki. Ternyata asyik lhoo.. Lokasinya ga jauh dari pintu Barat PUSDAI. Bentuknya hanya warung tenda kaki lima, tapi rame..berarti banyak yang doyan kesini kan. Bandrek dan Sekotengnya enak, murah lagi, Cuma 3000 satu gelas. Yang tak kalah menariknya adalah gorengan yang disajikan cukup bervariatif, ada gorengan pisang, nangka, nanas, tahu, tempe, bakwan (in Sundanesse bala-bala) dan cireng (aci digoreng) tidak mahal koq, Cuma Rp.1000/pcs.
Kenyang makan gorengan dan minum2, perjalanan pun dilanjutkan ke sepanjang jalan dago, kami mengistilahkan ini dengan istilah ‘jalan-jalan dari pintu ke pintu’ hahaha…istilah yang cukup tepat dengan nge-FO, bukan? Hehee. Walaupun pada akhirnya gak ada yang dibeli ya bo, tapi just have fun dan foto-foto ajah. Ini dia liputannya. Spending 1st Nite of 2011 at FOs :D
Itulah sekilas pengalaman yang kami alami saat meninggalkan 2010 dan menikmati hari-hari awal di 2011. Once again, thanks to Lord, it happened just because of HIS grace. HAPPY NEW YEAAARRR!!!
| Ini dia, Pujasera Cilaki yang terkenal itu. MurMer soalnya :D |


No comments:
Post a Comment