Hi, Welcome to My Blog

Goelali Life

Moments are like cotton candy. They are beautiful and sweet, but you know they will not last - Susan Gale.
So, live it up, write it down and make it memorable.

--------------------------------------------------------

Tuesday, January 18, 2011

Patience Reward

Pernah gak sih ngerasain lagi pengen banget beli sesuatu (karena butuh juga), tapi udah cari kesana/i tapi ga nemu-nemu. Udah keluar masuk mall, mulai dari PIM1, PIM2, Sency, Gancy, Plangi, teteup wae ga rasa 'klik' sama koleksinya.Klo pun nemu yang 'klik' di mata, tapi gak 'klik' di harga..hehe..

Alhasilnya, ya bersabar dan ditahanin deh keinginan ini. Nah, one day..saat lagi jalan-jalan iseng nie ke Sency - tanpa mikirin pengen beli apa-apa, jalan..muter-muter..lirak-lirik..keluar-masuk..eehhh...pucuk dicinta ulam pun tiba. Nemu deh sama inceran yang 'klik' di mata dan kebetulan pula 'klik' di harga, hahaha..dia lagi 'DISKOOON!!' :D  Tanpa pikir panjang, langsung aja deh..,'minta nomor 37 mbaa..!!' dirasa cucok dan nyaman, langsung aja teriak 'Bongkooosss Mba!' hahahaa... kebayang dong betapa puas dan bangganya, mendapatkan barang yang dipengenin tapi dengan harga yang semurah-murahnya.. It is so commonly, the woman's shoping tagline lah!

Lesson learned : 
Upah kesabaran itu pasti ada, yang penting ga maksa, gak ngotot, dan gak ngoyoh / mikirin terus. Sometimes the luck comes when it was an appropriate indeed, those we call Patience Reward (^,^)




Saturday, January 15, 2011

Abisai Timmothy Keliat #1

Friday, January 14th, 2011 at 9.15 PM the miracle come to our family. A little boy was born in my elder brother family. Cute and unique name was given to him, 'ABISAI'. When i heard those name,  it was buzz me up with the Japanesse name. I thought it is, but i was wrong at all...hahay. I Coriously opened the Laptop and asking Mr. Go! Come Mr. Go..show me what is the meaning of Abisai. Once i got, read and analyze, I amazed, hohohoo...a great name, a great  trust has been given unto him..what a wonderful name.  

Mr. Go showed me an encyclopedia which explains that Abisai was David's son, who was a most valiant warrior (2 Samuel 23:18-19 ; 1 Chronicles 11:20-21) and a faithful friend of David in his struggles against Saul (1 Samuel 26:26-29 ; 2 Samuel 2:24; 3:30), against the Ammonites, Syrians and Edomites (2 Samuel 8:13; 10:9-14; 1 Chronicles 18:12 ; 19: 11-15), against Absalom (2 Samuel 16:9-10; 19:21-22 ; 18:2), Seba (2 Samuel 20:6) and the Philistines (2 Samuel 21:15-17). 
Essentially what I catch was : These little Boy - Abisai, is the son of my brother whom gonna be the faithful friend of him to against and rockin' the life who will be a commander of family (since he's the elder grandson) which also become a beloved son of family and God.

When i asked my Dad at the other time, my Dad explained me with some of philosophies. Once upon a time, My father's grandpa was a soldier who was a king of Sibayak Barusjahe, it's like tiny kingdom in Tanah Karo. He married with Barus Jambur Lige, which also a tiny kingdom in Tanah Karo. Years by years their descendants more even (until us of course), but no one marry to these Barus Jambur Lige family again. I remember, while my grandmother was alive, she had always been so often asked and hope that one of my brother will marry to Barus Jambur Lige. But now her wish been come true..my brother married a woman from a descent of Barus Jambur Lige (which now is my sister in law) and bore a son, named Abisai. Abisai is the commander grandson of this family, his possition is same with our great-grandfather, lucky you dear. 

Lastly, we'd like to welcome you our dear nephew. You are the pride and joy of the families, Keliat and Barus Families. We can't stop smiling happily when we saw your picture. Yeah.. since we haven't been able to meet you directly, we just see you from BBM and FB, hehe. But promise you, we gonna meet you and see you soonest. 

Love U, Kiss U, Hug U, and Pray all the best for U, Our Lovely Abisai.. ^^

Just born, Welcome to the World, dear...

Silau ya dek, hehe..ganteng sekali kamyu ^^

 Stempel Kaki, hehe.. Lahir dengan Berat : 3.280 kg, Panjang : 50 cm
Dia pamer senyum manisnya, lesung pipinya dan lirikan matanya ^^
Haaiiy.. my name is Abisai :)


Sunday, January 9, 2011

Me and Mom - A Memorable Birth Land Story - Continuation


Jakarta, 7 January 2011 - Pesawat GA 128 Pukul 09.10 WIB membawa kami (aku dan mamaku) terbang selama 51 menit di udara. Waktu yang cukup singkat untuk mencapai pulau ini dari Jakarta. Seharusnya dengan durasi yang singkat ini membuatku lebih sering berkunjung ke sini, ke pulau seribu kenangan, pulau masa kecilku, pulau kelahiranku, my land of birth, Pulau Bangka. Thanks God perjalanan kami begitu lancar. Sambil menikmati snack box sajian yang  berisi aqua 120ml, mix peanut, kit kat dan roti, aku dan Mamau saling bercengkerama.. bernostalgia.. dan tertawa. Banyak kenangan yang indah dan juga sedih di pulau ini yang diceritakan oleh mamaku, yang sebagiannya aku sudah tau tapi banyak juga yang baru kuketahui. 

Ketika mendarat, suasana tenang dan nyaman Bandar udara Depati Amir menyambut kami. Bandara yang sepi, hanya satu pesawat yang ada disana - GA 128, pesawat yang tadi kami tumpangi. Bandara yang tidak terlalu luas dan melihat landasan pacu yang ternyata tidak terlalu panjang membuat kami menyadari bahwa proses landing tadi adalah sangat baik. 

Tanpa niat merepotkan kerabat dan kenalan lama, kami segera mencari counter agen penginapan ataupun perjalanan wisata. Berhubung ruang didalam bandara tidak terlalu luas, kami segera menemukan satu counter perjalanan wisata persis sebelum pintu keluar. Ternyata counter ini hanya menawarkan jasa taxi yang juga bisa mengantarkan anda mencari penginapan sesuai dengan yang anda butuhkan. Disini taxi resminya tidak pakai argo, sudah ada pricelist yang mematok harga berdasarkan tujuan dan waktu. Kebetulan tujuan kami adalah ke pusat kota Pangkalpinang dan taxi ini bersedia mengantarkan kami sampai menemukan tempat penginapan dengan biaya Rp.50.000,-

Singkat cerita, setelah diantar ke beberapa opsi penginapan, kami memutuskan untuk menginap di Penginapan Bukit Sofa di Jl. Mesjid Jami No. 43 Pangkalpinang, persis seberang Mesjid Jami, mesjid terbesar di Pangkalpinang. Penginapannya sih tidak terlalu mewah, bisa dibilang sekelas losmen, dengan biaya cuma Rp. 150.000,- / malam, tapi fasilitasnya cukup lumayan seperti TV, AC, kamar mandi dalam, spring bed, dan terutama BERSIH.  Sepertinya cukup, dan tidak berkespektasi lebih karena biayanya pun hanya sekian hehe. Kami memilih penginapan ini adalah karena lokasinya yang sangat strategis, dekat dengan pasar kota, pusat jajanan bangka, dan ramai dilalui angkutan kota. 

Seharian kuhabiskan waktuku bersama mamak, curhat cerita dari A-Z. How I love that moment. Ini adalah dating between mom and daughter. Mamaku punya kerinduan untuk berbagi cerita berdua bersamaku, merindukan masa-masa dimana aku menjadi putri yang dekat dengannya, dan menjadikan mamaku sebagai tempat untuk bercerita. Ya, tentang banyak hal, antara hati ke hati, perempuan dan perempuan, mama dan putrinya, juga rahasia hati yang selama ini terkunci rapat. 

Ku akui ini merupakan moment yang sangat mengharubiru terjadi disini, di kamar kecil ini. Bagaimana tidak, aku bersama orangtuaku bisa dikatakan hanya sampai dengan SMP. Pada saat SMA - berhubung SMA ku berasrama, aku tinggal di Asrama dan pulang ke kampung hanya sekali sebulan, atau pun saat liburan sekolah. Selesai SMA aku lanjut kuliah ke Bandung, yang membuat intensitas pertemuan kami hanya sekali setahun, dan komunikasi yang terbatas dengan pulsa. Selesai kuliah, aku lanjut migrasi ke Ibu Kota Jakarta untuk mengadu nasib. Masih bernasih sama, pertemuan kami pun bisa dikatakan hanya setahun sekali. 4 tahun berselang setelah kelulusanku, aku menikah, tinggal di Jakarta dan ya, kali ini malah mungkin hanya bertemu 1 kali dalam 2 tahun. Pun demikian komunikasi kami tetap ada meski tanpa tatap muka. Menikah selama 3th tetapi belum memiliki momongan membuat mamaku merasa iba terhadapku. Mamaku tidak percaya bahwa aku se'baik' yang aku kabarkan, se'bahagia' yang aku ceritakan, dan se'tegar' seperti yang aku tunjukkan. Aku memang typikal orang yang menyimpan rapat perasaanku dan menunjukkan yang baik2 saja kepada oranglain, terutama orangtuaku. Aku tidak mau membuat mereka khawatir, aku tidak mau membuat mereka resah, gelisah dan sakit. Aku ingin mereka sehat, panjang umur, dan lebih lama lagi bersama kami. Memang tidak ada yang lebih mengerti kita ketimbang orangtua kita, terlebih mama. Dia kenal kita, dia tau karakter kita, dan dia ingin turut campur tangan membersihkan hati kita, mengusap airmata kita, mengelus rambut kita, memegang tangan kita, dan memeluk kita sembari berkata 'semua akan baik-baik saja'. 

Aku tau dalam hati mama meskipun tidak dia ungkapkan, dia berkata "Tidak perlu berubah anakku, tidak perlu menutup2i hatimu, bukakan saja itu untuk mama, mama akan dengar, mama akan pegang kamu, mama akan usap airmatamu. Sedihmu adalah sedihku, lukamu adalah lukaku, pergumulanmu adalah pergumulanku, tangismu adalah tangisku, bagikan buat mama, kita hadapi ini bersama".

Dengan gaya bahasa mamaku - seorang guru - aku pun luluh. Aku menceritakan banyak hal yang kusimpan didalam hati kepada mamaku. kesedihanku, pergumulanku, rasa lelahku, kekawatiranku, sukaku, dukaku, kecemasanku, dan semuanya. Sungguh susah melepaskan ini semua satu persatu dalam kalimat yang rapi dan teratur, entah mengapa semua terwakili dengan tangisan dan airmata. Disini, di kamar kecil ini, dinding yang dingin menjadi mata dan telinga momen haru dan bahagia ini. Ada rasa yang mengganjal pada mulanya, ketika aku menyadari bahwa aku tidak setegar aku dan menjadi melankolis dihadapan mamaku. Mamaku berkata dan meminta maaf karena tidak punya banyak waktu dulu untuk bersamaku dan memanjakanku. Keadaan ekonomi yang membuat mamaku harus pontang-panting cari uang kesana kesini demi membantu bapakku membiayai hidup kami anak2nya. Mamaku menyadari dan menyesali bahwa itu membuat seorang aku menjadi pribadi yang tertutup (meskipun ceria). Mendengar pengakuan itu, spontan aku memeluk mamaku, dan kami menangis bersama dalam pelukan. Aku tau beban dan perjuanganmu, Ma. aku tidak menyalahkanmu, aku tidak menuntutmu lebih, aku bahkan bangga punya mama hebat seperti mama. Aku hanya ingin bisa se-tegar dan se-kuat mama. Mama tidak pernah mengeluh, mama tidak pernah merasa capek, mama selalu nampak ceria, mama hebat mengatur ini itu, dan mama orang yang luar biasa buatku.

Semakin aku menceritakan ini, semakin deras airmataku mengalir. 

Intinya, momen aku dan mamaku ini sangat membekas indah di pikiranku. Ada perasaan lega yang luar biasa, ketika kaku menjadi karib, ketika kikuk menjadi akrab. Setiap saat kami berdoa bersama, mama pegang tanganku dan mendoakan agar aku segera menjadi seorang 'mama', mama yang hebat, mama yang kuat, mama yang tangguh, mama yang sabar, mama yang pintar, dan mama yang karib dengan Tuhan. Ini suatu sejarah Tuhan, luar biasa anugrahMu dan aku sangat berterimakasih. 

3 hari 2 malam di pulau ini membawa kami bernostalgia ria. Kami menyewa motor dan aku membonceng mamaku kemana dia suka. Ke tempat teman2nya dulu, ke tempat makan2 enak dulu, ke rumah kami yang dulu, ke sekolahku dulu, ke tempat mamaku bekerja dulu dan juga ke Cemetery di jl. Koba - dimana adikku dulu dimakamkan disini, dulu 26 tahun yang lalu, ketika usianya 3 tahun. Berkunjung kesini membuat ingatan bertahun silam datang kembali, yang membuat airmata deras mengalir seiring mendung yang menemani kami. Kehilangan anak itu bukan perkara yang mudah untuk dilupakan, kata mamaku. 26 tahun berlalu, tapi seperti baru kemarin. "Cinta mama sama kalian semua sama Nak, termasuk untuk adikmu yang sudah lama tidur disini - tapi rohnya bersama Bapa di sorga" ucap mamaku, sambil membersihkan rumput diatas makam adikku. Sedih.

Tak terasa, di hari ke-3 pun kami harus segera kembali ke Jakarta, dan mamaku lanjut terbang ke Medan. Kami sama-sama saling mengucap syukur untuk saat indah yang sudah kami lalui, dan mengimani ketika 2-3 orang sehati berkumpul bersama, berdoa dan meminta, yakinlah doamu pasti akan dikabulkan oleh Tuhan seturut waktuNYA.

What  a memorable birth land story. Pulau Bangka-ku, tempat kelahiranku, kota masa kecilku, tempat perjuangan orangtuaku, dan kota berkat buatku. Dari sini aku belajar, jika aku nanti menjadi mama, aku harus bisa se'kuat' mama, dan dekat dengan anak2ku sehingga aku bisa menopang mereka - seperti yang dilakukan mama kepadaku. Terima kasih Ma, i love you.

Saturday, January 8, 2011

Me and Mom - a Memorable Birth Land Story


Masih dalam suasana trip di Bangka bersama mamaku. Ini adalah cerita singkat yang aku tuliskan di sela-sela waktu liburanku dengan mamaku di Bangka. Kami sudah satu malam disini, tetapi aku akan menceritakannya detail nanti ketika aku punya cukup waktu ya. Ceritanya hari ini aku habiskan waktu untuk curhat seharian sama Mom di penginapan. Moment terindah yang Tuhan berikan untuk kami bersama. Aku curhat sepuasnya menuangkan semua apa yang kurasakan. Aku ngaku bahwa sebenarnya aku terbiasa untuk struggling dan taft sendiri.. jarang sekali mengungkapkan apa sebenarnya yang aku rasakan, selalu berusaha untuk menceritakan sisi baiknya dan sisi manisnya..itu semua karena aku tidak ingin membebani mereka, tidak mau menambah pikiran mereka-orangtuaku. Ternyata pikiranku ini salah salah besar. Malah dengan aku cerita mendalam kepada mamaku, aku mengerti apa artinya 'lega'.

Oh my God, aku tidak bisa membendung airmataku. Aku menangis dipundaknya. Dia memelukku erat, dia membelai rambutku, mengusap punggungku sambil mengatakan bahwa Tuhan ada bersamaku, bersama kita yang berharap padaNya. Mom menghapus air mataku dan menenangkan jiwaku. Ia mengajakku berdoa, kata-katanya sangat menguatkanku - Air Mata Tidak ada Gunanya, doa ada gunanya

Mom told me a lot about the life stories... about how deep are their loves, about how they want their children  to be happy, about how many times they prayed for us - in fact everytime they pray, they always pray for us their children. They feel what we feel, they understand what we don't understand, even for things that we don't tell and  exposure.

Mom is a superb person, an angel, a light, a shoulder, and an undefined one. If there is a word above LOVE, I would dedicated it to her. Then I wrote those statement in my fb wall and found so many friends gave their thumbs up and comments on this matter. Everyone agreed like me.

Yes mom, I'm proud of you and love you more than anything in this world. I also dedicate those fb words for every mother, wherever and however you are today. Being a mother is one of the best parts of life, and I wish I can be like you one day, Amen. 

I love you mom, with thousand hugs and kiss to you, my mamak.
*some tears drop*. Thank you God for this great moment.



Tuesday, January 4, 2011

New Year Story

2010 tanggal 31 Desember pukul 07.00 kami berangkat ke Bandung dengan menggunakan jasa travel Baraya, berharap bisa tiba di Bandung masih di tahun 2010, hehe.. Sepanjang perjalanan aku melihat disana-sini kembang api mulai dimainkan, ada yang besar ada yang kecil, ada yang tinggi ada juga yang rendah. Hanya satu kesamaan mereka, yaitu berwarna warni dan meletus dilangit yang hitam pekat. Mewarnai dan memeriahkan suasana pergantian tahun. Diiringi alunan lagu-lagu di earphoneku, aku mensyukuri semua berkat yang Tuhan bri, sembari membayangkan harapan-harapan yang aku titipkan dan impikan semoga terkabul di tahun kelinci nanti, 2011.

Tiba di Bandung, kami mengalami kemacetan disana-sini. Ternyata semua orang berantusias untuk merasakan suasana pergantian Tahun. Sepanjang jalan Dago dipenuhi dengan kendaraan bermotor dan orang-orang yang berjalan kaki, sungguh padat. Mereka berkumpul di lapangan depan gedung Sate, ternyata aka nada pesta kembang api disana. Kami melanjutkan perjalanan ke Karasak, yaitu Bandung bagian selatan, untuk bertemu dengan keluarga ‘Tante’ (seharusnya aku memanggil dengan sebutan Namboru atau Inang) dan adik disana. Kebetulan keluarga besar sudah berkumpul, dan kami pun mengadakan Ibadah dan berdoa bersama. Setelah itu ada session bicara satu persatu, dimulai dari anak-anak, pemuda, Ibu dan Bapak. Intinya adalah merefleksikan apa yang dirasakan di tahun sebelumnya, meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan sepanjang tahun kemarin dan mengungkapkan harapan ditahun yang akan datang. Suasana ini sungguh mengharukan, apalagi keluarga ‘Inang’ ini baru kehilangan ‘uda’ (Amang), suami dan ayah dalam keluarga ini. Doa kami Tuhan yang senantiasa memberikan penghiburan dan kekuatan, amin.

Acara ibadah selesai, bukan berarti acara kebersamaan selesai lhoo..dilanjutkan dengan acara makan bersama, hahaa..padahal saat aku melirik jam dinding menunjukkan pukul 02.25 WIB it’s mean masih dini hari. Terima kasih Nang, untuk hidangan yang telah disiapkan. Setelah makan, kami lanjut dengan makan kue-kue tahun baru, ada kembang loyang, castengels, nastar (my favorit), kue biscuit, kacang mete, dll. Sayup-sayup terdengar ada yang bernyanyi dan bermain gitar..ternyata para pria berkumpul diluar sambil bergitar dan bernyanyi dengan semangatnya, tahu kenapa? Karena ada bir didekat mereka, hahaa..pantesan masih semangat :P

Pukul 03.48 WIB kami tidur, dan tanpa disadari bangun bukan lagi disaat waktu sarapan, tapi sudah di waktunya makan siang. Yup… kami bangun hamper jam 12 siang, hahahaa. Schedule hari ini adalah berkunjung ke rumahnya Amang dan Inang di Sukaluyu and it happened at 3.30 PM. Setelah dari sana acara dilanjutkan dengan makan Bandrek dan gorengan di Cilaki. Ternyata asyik lhoo.. Lokasinya ga jauh dari pintu Barat PUSDAI. Bentuknya hanya warung tenda kaki lima, tapi rame..berarti banyak yang doyan kesini kan. Bandrek dan Sekotengnya enak, murah lagi, Cuma 3000 satu gelas. Yang tak kalah menariknya adalah gorengan yang disajikan cukup bervariatif, ada gorengan pisang, nangka, nanas, tahu, tempe, bakwan (in Sundanesse bala-bala) dan cireng (aci digoreng) tidak mahal koq, Cuma Rp.1000/pcs.

Kenyang makan gorengan dan minum2, perjalanan pun dilanjutkan ke sepanjang jalan dago, kami mengistilahkan ini dengan istilah ‘jalan-jalan dari pintu ke pintu’ hahaha…istilah yang cukup tepat dengan nge-FO, bukan? Hehee. Walaupun pada akhirnya gak ada yang dibeli ya bo, tapi just have fun dan foto-foto ajah. Ini dia liputannya. Spending 1st Nite of 2011 at FOs :D
Itulah sekilas pengalaman yang kami alami saat meninggalkan 2010 dan menikmati hari-hari awal di 2011. Once again, thanks to Lord, it happened just because of HIS grace. HAPPY NEW YEAAARRR!!!

Ini dia, Pujasera Cilaki yang terkenal itu. MurMer soalnya :D





Saturday, January 1, 2011

Early 2011

01.01.11, tiba juga ya kita di tanggal ini. Puji Tuhan. Tidak banyak posting yang bisa kutuliskan saat ini yaa.. hanya ingin mengucapkan rasa syukur dan pengharapan yang kutitipkan pada mu dear 2011. So many list actually, hehee..next time aku posting yaa..

Just a simple quote to be said : Years Gone By, HIS love remains stay.