Gulali adalah penganan yang terbuat dari pintalan gula yg dibakar terlebih dahulu. Ini pertama kali diperkenalkan pada1904 oleh William Morrison &John C. Wharton, di St. Louis World's Fair dg nama "Fairy Floss" (benang peri).
Gulali dibuat dari gula yang diberi pewarna makanan. Mesin gulali modern bekerja dengan cara yang sama dengan mesin-mesin yang lama. Bagian tengah mesin itu terdiri dari sebuah wadah kecil. Ke dalamnya dimasukkan gula dan pewarna makanan. Pemanas dekat tepian wadah itu mencairkan gulanya, yang kemudian diputar melalui lubang-lubang kecil dan hasilnya dipadatkan oleh udara. Kemudian benang-benang itu dikumpulkan pada sebuah wadah logam yang besar. Operator mesin memutar-mutar sepotong kayu kecil atau sebuah kerucut karton (orang yang lebih berpengalaman biasanya menggunakan tangan mereka sendiri) sekeliling tepian wadah besar penangkap gulali untuk mengumpulkannya.
Sebagian besar gulali terdiri dari udara sehingga hasilnya seringkali besar. Sebuah kerucut gulali biasanya mencapai ukuran sebesar bola basket. Memakan gulali biasanya adalah bagian dari kunjungan ke pasar malam atau sirkus. Warna gulali yang paling populer adalah merah jambu. Favorit yang lain adalah campuran warna merah jambu, ungu dan biru.
Keasyikan memakan gulali semakin bertambah dengan menyaksikan cara pembuatannya di mesinnya.
Gulali terasa manis dan lengket. Meskipun kelihatan seperti benang wol, gulali segera mencair di dalam mulut. Ia juga berubah menjadi lengket bila terkena uap air. Karena gulanya bersifat higroskopis, dan mempunyai ruang permukaan yang sangat luas, ia akan menjadi makin kasar, keras, dan biasanya tidak begitu halus lagi setelah terpapar atmosfer. Dalam iklim yang lembap gulali harus segera dimakan dalam beberapa jam, atau ia akan mengeras.
Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Gulali.
***
Terinspirasi dengan filosofis pembuatan “Gulali” atau bahasa tempo dulunya “Goelali”, sepertinya kehidupan kita juga demikian adanya yaa...
Kita adalah bahan baku yang sudah diwarnai dengan ciri khas kita wasing-masing kemudian di bentuk oleh Tuhan dengan dipanaskan oleh tantangan, ujian dan beban sebagai bagian dari proses pendewasaan diri kita, kemudian dicairkan dengan berkat dan anugrah. Semuanya di putar sedemikian rupa mengisi hari-hari kita sehingga disaat itulah kita mengalami yang namanya suka, duka, sehat, sakit, susah, senang, tawa, tangis, gembira, sedih, mendapatkan dan bahkan kehilangan. Semuanya ini menghasilkan benang benang hikmat dan kebijaksanaan dalam kita menerima dan memaknai kehidupan ini. Kemudian Tuhan mengumpulkan semuanya itu dan mengisinya dengan udara kehidupan menjadi suatu perjalan hidup, journey of life.
Jika ditilik kembali, semua proses kehidupan ini adalah bentukan dan rancanganNYA.Berkat dan pergumulan adalah bagian dari perjalanan hidup kita dan DIA sudah mengatur semuanya. So, here we go..I am Introducing you the blog which will be consisted of the life's journey which inspired by the story behind the 'Goelali'. 'THE GOELALI OF LIFE'
![]() |
| http://www.dreamstime.com/ |


No comments:
Post a Comment